(Dyah Santoso)
Lembayung menyepuh angkasa, melukis alam raya dalam balutan selimut jingga.
Hangat, semua sepakat.
Teduh sinarnya melahirkan pujangga dengan diksi yg memikat.
Malam menyapa, mengajak serta kerlip bintang dan cahaya purnama.
Sang surya kembali ke peraduannya, pesona senja mulai sirna.
Suhu kian turun, hangat berubah dingin.
Malam menyapa, cerita senja terkikis angin.
Puisi dan diksi menjelma jadi secangkir kopi.
Pecinta senja, kini juga penikmat kopi.
Senja yang hanya sesaat beralih pada malam yang pekat.
Tanpa senja, pujangga tak akan kehilangan kata.
Senja membawa cerita.
Diksi tiada arti tanpa bukti.


