Jumat, 21 Mei 2021

Reinkarnasi

 (Laily Alfath)


 
 
 
Semesta sempat menyuguhiku sepotong kecewa
Tatkala kendaliku dirampas paksa
Seketika duniaku disihir, penuh dengan perayaan duka cita
Aku terjerembab tanpa daya, dipecundangi dunia
 
Semesta memusnahkan semua warna 
Hanya disisakan hitam
Aku mengutuk keadaan
Melempar serentetan kemengapaan
Tanpa pernah sekalipun dijawab dan dijelaskan

Sang fajar mencoba menyapaku dengan hangatnya
Tapi dinginku kala itu tak mampu terjamah
Sapa kicauan merdu sang burung pun tak terindahkan
Semesta menatapku iba
Namun ternyata ia tak tinggal diam

Konspirasi semesta mengirimkan hadiah di luar nalar
Hadiah yang sudah kulupa bahwa aku pernah merapalnya dalam doa
Hadiah yang kukira tak pernah didengar
Hadiah yang dikirimkan tatkala aku tak lagi percaya pada semesta

Rumah!
Ia mengutus beberapa orang yang mengenalkan dirinya sebagai rumah
Perlahan menyalakan lentera dalam pekatnya dunia
Entah mantra apa yang mereka rapal
Namun dukaku perlahan terurai
Gelapku perlahan sirna berganti cahaya
Elegi mulai mereda
Semesta menghidupkanku lagi, melalui reinkarnasi

 
 
 
 
 


0 comments:

Posting Komentar