(Dyah Santoso)
Ceruk.
Ini lebih dalam dari yang terkira.
Lebih gelap dari yang dapat dilihat mata.
Tampak hening di luar, namun riuh di dalam.
Nyenyat masih lekat menyelimuti lebam.
Sedu.
Tempias itu masih basah,
Jangan berlari jika tak ingin terjatuh.
Luka itu masih menganga,
Jangan coba-coba menggaruknya.
Kama.
Ini bukan akhir, meski ada di simpangan nadir.
Sang Dalang piawai mengalirkan cerita.
Laksana air yang menguap, sejatinya ia tetap ada.
Beralih dari yang berwujud dan dapat disentuh, menjadi yang hanya mampu dirasa.

0 comments:
Posting Komentar