Rabu, 14 April 2021

Jumantara

(Laily Alfath)

 


"Balon yang ditiup jumantara melebihi kapasitasnya, hanya akan membuatnya meletus. Sementara balon yang ditiup jumantara sesuai kapasitasnya, akan nampak indah disandingkan dengan bumantara. -Laily Alfath-"

 

        Hallo! Apa kabar kamu sekarang? Apa kabar harimu hari ini? Udah baca Artikel Dumbledore's Pensieve yang rilis minggu lalu? Kalau kamu belum baca, wajib banget baca artikel itu sebelum kamu melanjutkan menyimak artikel ini. "Mereka yang hadirnya menguatkanmu, yang netranya mampu melihat bias hatimu, adalah salah satu karunia terindah yang Tuhan titipkan padamu1" (re:  Dumbledore's Pensieve). Tidak semua orang diamanahkan Tuhan dengan sosok-sosok pensieve yang mau menerima segala sampah yang ada di kepala kita. Tidak semua orang diamanahkan sosok-sosok pensieve yang masih mau menerima serentetan kekurangan kita sekalipun sudah sangat paham semenyebalkan apapun kita. Bagi kita sosok-sosok pensieve tersebut laksana jumantara. Konteks jumantara yang scangkirteh maksud di sini adalah udara5. Setiap manusia butuh jumantara untuk bernafas. Sama halnya untuk berkembang dan menghadapi kehidupan, setiap manusia membutuhkan sosok-sosok pensieve mereka.

        Sosok-sosok pensieve adalah mereka yang hubungannya dengan kita senantiasa ingin kita jaga. Karena tidak semua orang yang kita jumpai bisa bermakna di hati. Tidak semua orang bisa menerima kita apa adanya dan begitu pula sebaliknya. Sehingga tidak semua orang yang kita jumpai di dunia ini bisa masuk ke dalam lingkaran orang-orang terdekat kita. Hubungan antar manusia yang sudah dilandaskan perasaan saling menyayangi, mengasihi, dan peduli seringnya melibatkan perasaan yang lebih dominan. Baik itu hubungan persahabatan, hubungan antar kekasih, hubungan antara anak dan orang tua, maupun jenis ubungan kedekatan lainnya. Kita akan cenderung mengalirkan serentetan perhatian dan kasih sayang yang kita punya terhadap mereka. Bahkan serentetan hal kita lakukan agar mereka senantiasa merasakan kebahagiaan, entah itu berupa support nasihat tatakla mereka membutuhkan, sebuah jokes untuk menghibur mereka, sebuah kado sederhana untuk membuat mereka bahagia, atau bahkan ada pula yang menegur tatkala orang yang disayangi melakukan hal yang tidak semestinya. Tapi sekalipun itu adalah suatu teguran, teguran itu disampaikan atas dasar rasa sayang. Setiap orang punya caranya tersendiri dalam mengemas wujud sayang terhadap orang-orang yang bermakna dalam hidupnya. Kalau kamu biasanya mengemas wujud sayang dalam wujud apa? 

        Hubungan terhadap manusia yang berlandaskan rasa sayang, nyatanya tidak menjadi perisai untuk menghindarkan mereka dari perselisihan. Pada suatu hubungan kedekatan ang seringnya dilandaskan menggunakan perasaan yang lebih dominan, seringnya beberapa ekspektasi muncul tanpa sadar. Dua orang sahabat yang saling menyayangi bukan berarti mereka senantiasa memiliki pendapat yang sama dalam memotret suatu kejadian. Adakalanya mereka berbeda pendapat, adu mulut, atau bahkan saling diam karena tak ingin saling menyakiti perasaan sahabatnya. Beberapa perselisihan sering tejadi akibat adanya ekspektasi yang tidak sesuai dengan realita. Tatkala kita memiliki seorang sahabat, salah satu ekspektasi yang sering tanpa sengaja dirasakan muncul adalah "semestinya dia sependapat denganku, semestinya dia support aku". Namun ternyata ada masanya sahabat kita tengah berada pada pendapat yang berseberangan dengan kita karena alasan lainnya. Alhasil perasaan kecewalah yang muncul.

        Ekspektasi dibutuhkan untuk mempengaruhi proses dan hasil yang akan kita dapatkan. Namun ekspektasi juga harus diimbangi dengan sikap dewasa4. Ekspektasi yang berlebihan, terutama ekspektasi terhadap orang lain, hanya akan menghancurkan sesama. Sama halnya dengan balon dan jumantara. Balon butuh jumantara untuk bisa mengembang, dan nampak indah dipandang oleh netra. Tapi jumantara yang berlebihan, hanya akan memebuat balon meletus tak berdaya. Semua dimulai karena ekspektasi. Setiap kita relate dengan orang lain, seringnya kita langsung punya ekspektasi terhadapnya2. Namun ketika ekspektasi tersebut tidak seusia realita, ujungnya kita merasa kecewa, terluka, menyalahkan orang lain, bahkan tak jarang beberapa dari kita ada yang tanpa sengaja menuntut orang tersebut untuk memenuhi ekspektasi yang telah kita bangun sendiri. Padahal "kita bertanggung jawab atas perasaan diri kita sendiri" (re: Kompas Impresi).

        Hal yang cukup rumit dalam pengendalian perasaan tatkala kita tengah merasakan kecewa adalah, ketika kita tidak bisa mengerti dan tidak mau memahami keterbatasan seseorang. Hal itu bisa saja terjadi tatkala ekspektasi kita yang terkadang tidak masuk akal (tidak sanggup) menurutnya, atau memang karena orang tersebut tidak berkenan mengabulkan ekspektasi kita. Sahabat, pacar, orang tua, atau siapapun orang terdekat yang kamu sayangi, tetaplah memiliki kehidupan di dunianya sendiri dan dunianya bersama orang lain. Ketika kita menyayangi seseorang, bukan berarti kita berhak memenjarakannya dengan mengharuskan fokusnya hanya tertuju untuk kita. Ketika seseorang menyayangi kita bukan berarti kita berhak membebankan ekspektasi di pundaknya, lantas menuntutnya untuk senantiasa bisa menjadi hero bagi kita dengan selalu bisa mengabulkan segala ekspektasi kita. Mereka tetaplah manusia yang memiliki keterbatasan. Ketika kita menyayangi seseorang, juga tidak semestinya memaksakan ia menjadi orang yang setiap detiknya menjadi orang yang kita inginkan. Bukankah kita juga tidak suka dibebankan untuk dituntut melakukan suatu hal di luar batas yang bisa kita lakukan dan yang tidak kita inginkan? Ketika ekspektasi dipaksakan terhadap orang yang sudah jelas tidak sanggup atau tidak ingin melakukannya, hal itu hanya akan mersak hubungan, dan membuat stres pihak yang memaksa dan yang dipaksa. Jika kita bisa saling memahami keterbatasan masing-masing, menjaga ekspektasi pada tempatnya, saling berbicara dengan dewasa untuk menemukan titik tengah ekspektasi yang make sense bagi kedua belah pihak, maka hubungan antar sesama akan menjadi sesuatu yang paling indah dan pernah kita miliki sebagai manusia2.

 

 Daftar Rujukan

1Santoso, Dyah. 2021. Dumbledore's Pensieve. https://scangkirteh.blogspot.com/2021/03/dumbledores-pensieve.html


2Wahyudi, Josua Iwan. 2020. Kenapa Sih Hubungan Antar Manusia Ribet Banget?. https://www.instagram.com/p/CGg0zFZhtB3/

3Alfath, Laily. 2021. Kompas Impresi. https://scangkirteh.blogspot.com/2021/02/kompas-impresi.html

4Riana, Merry. 2021. Ketika Ekspektasi Tidak Sesuai Realita. https://www.youtube.com/watch?v=JPbOTMYXkeM

5Https://kbbi.web.id/jumantara

 

0 comments:

Posting Komentar