(Laily Alfath)
"Balon yang ditiup jumantara melebihi kapasitasnya, hanya akan membuatnya meletus. Sementara balon yang ditiup jumantara sesuai kapasitasnya, akan nampak indah disandingkan dengan bumantara. -Laily Alfath-"
Hallo! Apa kabar kamu sekarang? Apa kabar harimu hari
ini? Udah baca Artikel Dumbledore's Pensieve yang rilis minggu lalu?
Kalau kamu belum baca, wajib banget baca artikel itu sebelum kamu melanjutkan
menyimak artikel ini. "Mereka yang hadirnya menguatkanmu, yang netranya
mampu melihat bias hatimu, adalah salah satu karunia terindah yang Tuhan
titipkan padamu1" (re: Dumbledore's
Pensieve). Tidak semua orang diamanahkan Tuhan dengan
sosok-sosok pensieve yang mau menerima segala sampah yang ada di kepala
kita. Tidak semua orang diamanahkan sosok-sosok pensieve yang masih mau
menerima serentetan kekurangan kita sekalipun sudah sangat paham semenyebalkan
apapun kita. Bagi kita sosok-sosok pensieve tersebut laksana jumantara.
Konteks jumantara yang scangkirteh maksud di sini adalah udara5. Setiap
manusia butuh jumantara untuk bernafas. Sama halnya untuk berkembang dan
menghadapi kehidupan, setiap manusia membutuhkan sosok-sosok pensieve mereka.
Sosok-sosok pensieve adalah mereka yang
hubungannya dengan kita senantiasa ingin kita jaga. Karena tidak semua orang
yang kita jumpai bisa bermakna di hati. Tidak semua orang bisa menerima kita
apa adanya dan begitu pula sebaliknya. Sehingga tidak semua orang yang kita
jumpai di dunia ini bisa masuk ke dalam lingkaran orang-orang terdekat kita.
Hubungan antar manusia yang sudah dilandaskan perasaan saling menyayangi,
mengasihi, dan peduli seringnya melibatkan perasaan yang lebih dominan. Baik
itu hubungan persahabatan, hubungan antar kekasih, hubungan antara anak dan
orang tua, maupun jenis ubungan kedekatan lainnya. Kita akan cenderung
mengalirkan serentetan perhatian dan kasih sayang yang kita punya terhadap
mereka. Bahkan serentetan hal kita lakukan agar mereka senantiasa merasakan
kebahagiaan, entah itu berupa support nasihat tatakla mereka
membutuhkan, sebuah jokes untuk menghibur mereka, sebuah kado sederhana
untuk membuat mereka bahagia, atau bahkan ada pula yang menegur tatkala orang
yang disayangi melakukan hal yang tidak semestinya. Tapi sekalipun itu adalah
suatu teguran, teguran itu disampaikan atas dasar rasa sayang. Setiap orang
punya caranya tersendiri dalam mengemas wujud sayang terhadap orang-orang yang
bermakna dalam hidupnya. Kalau kamu biasanya mengemas wujud sayang dalam wujud
apa?
Hubungan terhadap manusia yang berlandaskan rasa
sayang, nyatanya tidak menjadi perisai untuk menghindarkan mereka dari
perselisihan. Pada suatu hubungan kedekatan ang seringnya dilandaskan
menggunakan perasaan yang lebih dominan, seringnya beberapa ekspektasi muncul
tanpa sadar. Dua orang sahabat yang saling menyayangi bukan berarti mereka
senantiasa memiliki pendapat yang sama dalam memotret suatu kejadian.
Adakalanya mereka berbeda pendapat, adu mulut, atau bahkan saling diam karena
tak ingin saling menyakiti perasaan sahabatnya. Beberapa perselisihan sering
tejadi akibat adanya ekspektasi yang tidak sesuai dengan realita. Tatkala kita
memiliki seorang sahabat, salah satu ekspektasi yang sering tanpa sengaja
dirasakan muncul adalah "semestinya dia sependapat denganku, semestinya
dia support aku". Namun ternyata ada masanya sahabat kita tengah
berada pada pendapat yang berseberangan dengan kita karena alasan lainnya.
Alhasil perasaan kecewalah yang muncul.
Ekspektasi dibutuhkan untuk mempengaruhi proses dan
hasil yang akan kita dapatkan. Namun ekspektasi juga harus diimbangi dengan
sikap dewasa4. Ekspektasi yang berlebihan, terutama ekspektasi
terhadap orang lain, hanya akan menghancurkan sesama. Sama halnya dengan balon
dan jumantara. Balon butuh jumantara untuk bisa mengembang, dan nampak indah
dipandang oleh netra. Tapi jumantara yang berlebihan, hanya akan memebuat balon
meletus tak berdaya. Semua dimulai karena ekspektasi. Setiap kita relate dengan
orang lain, seringnya kita langsung punya ekspektasi terhadapnya2.
Namun ketika ekspektasi tersebut tidak seusia realita, ujungnya kita merasa
kecewa, terluka, menyalahkan orang lain, bahkan tak jarang beberapa dari kita
ada yang tanpa sengaja menuntut orang tersebut untuk memenuhi ekspektasi yang
telah kita bangun sendiri. Padahal "kita bertanggung jawab atas
perasaan diri kita sendiri" (re: Kompas Impresi).
Hal yang cukup rumit dalam pengendalian perasaan
tatkala kita tengah merasakan kecewa adalah, ketika kita tidak bisa mengerti
dan tidak mau memahami keterbatasan seseorang. Hal itu bisa saja terjadi
tatkala ekspektasi kita yang terkadang tidak masuk akal (tidak sanggup) menurutnya,
atau memang karena orang tersebut tidak berkenan mengabulkan ekspektasi kita.
Sahabat, pacar, orang tua, atau siapapun orang terdekat yang kamu sayangi,
tetaplah memiliki kehidupan di dunianya sendiri dan dunianya bersama orang
lain. Ketika kita menyayangi seseorang, bukan berarti kita berhak
memenjarakannya dengan mengharuskan fokusnya hanya tertuju untuk kita. Ketika
seseorang menyayangi kita bukan berarti kita berhak membebankan ekspektasi di
pundaknya, lantas menuntutnya untuk senantiasa bisa menjadi hero bagi
kita dengan selalu bisa mengabulkan segala ekspektasi kita. Mereka tetaplah
manusia yang memiliki keterbatasan. Ketika kita menyayangi seseorang, juga
tidak semestinya memaksakan ia menjadi orang yang setiap detiknya menjadi orang
yang kita inginkan. Bukankah kita juga tidak suka dibebankan untuk dituntut
melakukan suatu hal di luar batas yang bisa kita lakukan dan yang tidak kita
inginkan? Ketika ekspektasi dipaksakan terhadap orang yang sudah jelas tidak
sanggup atau tidak ingin melakukannya, hal itu hanya akan mersak hubungan, dan
membuat stres pihak yang memaksa dan yang dipaksa. Jika kita bisa saling
memahami keterbatasan masing-masing, menjaga ekspektasi pada tempatnya, saling
berbicara dengan dewasa untuk menemukan titik tengah ekspektasi yang make
sense bagi kedua belah pihak, maka hubungan antar sesama akan menjadi
sesuatu yang paling indah dan pernah kita miliki sebagai manusia2.
Daftar
Rujukan
1Santoso, Dyah. 2021. Dumbledore's
Pensieve. https://scangkirteh.blogspot.com/2021/03/dumbledores-pensieve.html
2Wahyudi, Josua Iwan. 2020. Kenapa
Sih Hubungan Antar Manusia Ribet Banget?.
https://www.instagram.com/p/CGg0zFZhtB3/
3Alfath, Laily. 2021. Kompas
Impresi. https://scangkirteh.blogspot.com/2021/02/kompas-impresi.html
4Riana, Merry. 2021. Ketika
Ekspektasi Tidak Sesuai Realita. https://www.youtube.com/watch?v=JPbOTMYXkeM
5Https://kbbi.web.id/jumantara

0 comments:
Posting Komentar